Cara Mengatasi Mati Lampu

Cara Mengatasi Mati LampuMati lampu bisa terjadi kapan saja dan tentunya akan dialami siapa saja, namun hal yang sangat tidak bisa diterima jika terjadinya pada pukul 5 sore sampai pukul 10 malam. Memang pada jam tersebut merupakan beban puncak bagi penyedia tenaga listrik yang tentunya bisa menimbulkan potensi mati lampu di samping hal-hal teknis lainnya. Dan sebagai pengguna wajar saja kita akan terkena imbasnya khususnya yang berada di wilayah dengan pasokan listrik terbatas.

Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu persiapan mengantisipasi mati lampu pada saat-saat yang kritis, misalnya anda lagi makan malam bersama keluarga atau sedang menerima tamu di malam hari. Ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan misalnya dengan menyediakan genset, memasang lampu emergency, ataupun dengan hal paling sederhana, yaitu penerangan portable seperti senter atau menggunakan ponsel anda.

Semua cara di atas telah saya lakukan namun tetap saja tidak efektif bahkan malah hanya akan merepotkan, misal saja dengan menggunakan genset, baru saja dinyalakan tiba-tiba lampu kembali menyala, dan belum lagi jika genset tersebut susah di-starter.

Solusi lain yang saya gunakan sekarang ini adalah dengan menggunakan UPS (Uninterruptible Power Supply). Pemakaiannya cukup sederhana dan tidak mengganggu lingkungan sekitar (tidak seperti menggunakan genset yang menimbulkan suara bising dan asap pembakaran). Instalasinya pun cukup sederhana dimana prinsipnya sama jika menggunakan back up power untuk komputer desktop. Output dari UPS cukup dihubungkan ke tiap-tiap lampu yang kita butuhkan.

UPSkuBedanya dengan back up komputer ialah masalah waktu pemakaian, karena beban lampu untuk UPS yang terbilang kecil (tiap lampu sekitar 14Watt saja) jika dibandingkan dengan beban CPU komputer dan monitornya yang bisa mencapai sekitar 350Watt atau lebih sehingga waktu pemakain atau back up power untuk lampu bisa tahan lama (sekitar 2jam atau lebih), itupun tergantung dari Ampere battery (aki) dari UPS yang anda gunakan karena bisa saja anda mengganti battery UPS dengan kapasitas Ampere yang lebih besar dengan syarat Voltage-nya harus sama (beberapa UPS 220 Volt menggunakan 1 battery, 2 battery, 3 battery, 20 battery). Satu lagi tambahan untuk menjaga UPS bekerja normal dan awet, sebaiknya menggunkan stabilizer (stavolt) karena listrik yang kita gunakan tidak selamanya stabil sehingga lebih baik menjaga input power untuk UPS tetap stabil tegangannya, sekitar 220 Volt.

Bagi anda yang sering mengalami masalah mati lampu bisa mencoba tips ini, jika ada masukan, kritikan dan pertanyaan silahkan koment di kolom komentar di bawah ini, semoga saya bisa membantu.

Note: UPS yang saya gunakan 1200VA dan battereinya sudah saya ganti dengan ampere 50Ah

This entry was posted in Tips dan Trik and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cara Mengatasi Mati Lampu

  1. alan says:

    thanks infonya gan.

    • Mario says:

      Yowza….I don’t even know where to start with all of this beauty. This drama is off the chrats & you know what? I am learning some good stuff from you my brilliant friend…yes indeedy. 🙂 xoxoMelis